Ready Player One; Game (dan Kehidupan) Virtual di Masa Depan

Ready Player One berkisah tentang perburuan harta kekayaan James Halliday dalam virtual reality bernama OASIS selepas kematian miliuner itu. Siapa pun yang berhasil menemukan harta Halliday berhak untuk memiliki semua kekayaan lelaki itu dan juga OASIS.

Semua orang bisa masuk ke OASIS secara gratis asalkan punya perangkatnya. Tidak ada pembayaran langganan perbulan, tidak ada 'game' yang harus dibeli. Meski tentu saja tetap ada item dalam game yang berbayar, selayaknya game online lainnya.

Nah, perburuan warisan James Halliday ini bukan hanya diikuti oleh pengguna OASIS biasa, tapi juga oleh perusahaan besar bernama IOI. Dan di sinilah Wade Watts, sang tokoh utama, berada.

Wade, seperti ribuan pengguna OASIS lainnya, ikut memburu harta Halliday. Sebagai penggila Halliday, Wade berhasil menjadi orang petama yang menemukan petunjuk keberadaan itu. Wade jelas menjadi lebih dekat dengan kekayaan milioner terbesar, sekaligus menjadi orang pertama yang diincar oleh ribuan pengguna lainnya, termasuk oleh IOI.

Tanpa Wade sadari, permainan terakhir James Halliday ternyata membawanya pada sebuah petualangan yang mempertaruhkan masa depannya, masa depan OASIS, sampai masa depan dunia.

Dunia Virtual Idaman

Jadi, untuk lebih paham soal dunia dalam Ready Player One ini, pembaca harus memahami kenapa OASIS itu begitu penting.

OASIS ini sebagai dunia virtual dan game virtual online nggak sebatas macam ide VRMMO yang banyak bertebaran, OASIS lebih dari itu.

OASIS bukan cuma game, tapi juga sekolah, pusat perbelanjaan, pusat ekonomi, tempat wisata, sampai kehidupan manusia di tahun 2045 itu sendiri. Sejak awal membaca, pembaca sudah langsung dibuat jatuh cinta pada ide OASIS. Gimana nggak kalau kamu bisa sekolah lewat simulasi VR dari dalam kamarmu sendiri dan semuanya gratis?

OASIS ini benar-benar idaman kalau sampai bisa terjadi di dunia nyata. Sebuah dunia virtual di mana kehidupan seperti kehidupan di dunia nyata ini bisa dilakukan. Siapa pun yang mengakses OASIS punya kesempatan untuk melakukan perjalanan ke berbagai tempat, bahkan bisa ke masa lalu (untuk belajar, penelitian, dll)!

Bukan hanya aspek magical dan fantasi selayaknya pada game MMO yang ada di OASIS, tapi juga teknologi. Di saat ada naga dan mahluk ajaib, juga ada pesawat luar angkasa. Ada hewan-hewan mistis dan mitologi, tapi juga ada robot dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam game!

Ketika dunia yang sebenarnya sedang diambang kehancuran karena perubahan iklim, perang, kekacauan, dilanda kemiskinan, es di kutub mencair, dan kehidupan secara umumnya porak-poranda, tentu saja OASIS ini bagaikan keberadaan oasis yang sebenarnya di padang pasir. Orang-orang bisa melupakan kehidupan yang kacau dan menjalani hari di OASIS yang luar biasa ajaib.

Jelas saja dunia OASIS ini idaman banget, kan?

Game dan Nostalgia 80an

Nah, kembali lagi ke perburuan warisan James Halliday.

Jadi, bukan hanya mengubah hidup banyak orang ketika OASIS pertama kali hadir, James Halliday juga mengubah hidup lebih banyak orang selepas kematiannya. Halliday mempopulerkan budaya dan segala hal yang berbau tahun 80an. Game, lagu, fashion, film, serial TV, buku, segala macam yang ada di tahun 80-an.

Kematian Halliday membuat orang-orang terobsesi kembali pada masa lalu, pada tahun 80an. Karena petunjuk yang diberikan Halliday adalah hal-hal yang dialami dan disukainya semasa dia remaja, di tahun 80an itu. Itulah sebabnya Ready Player One akan menjadi sebuah novel nostalgia yang sangat dekat pada generasi yang mengalami masa remaja seperti Halliday ini. The Simpson, Lord of The Ring, Dead Man’s Party, Dungeons and Dragons, dan lebih banyak lagi hal-hal 80an yang dijadikan penulis sebagai penggerak cerita di buku ini.

Lewat hal-hal seputar 80an itulah Wade dan para gunter (istilah untuk pemburu harta Halliday) lainnya mencari warisan James Halliday.

Petualangan Wade ini akan terasa sangat dekat dengan pembaca yang mengalami masa 80an.

Meski demikian, bagi pembaca yang tidak mengenal budaya 80an pun, Ready Player One menjadi novel yang seru! Penulis berhasil membuat petualangan Wade menegangkan, meski diisi dengan istilah yang tidak akrab. Ready Player One ini punya aura novel petualangan-aksi-menyelamatkan-dunia yang dibungkus dengan gaya cerita lugas. Pembaca akan dengan sangat mudah masuk ke cerita karena ditulis lewat sudut orang pertama, lewat Wade.

Ditambah lagi pembaca juga akan diajak memecahkan petunjuk demi petunjuk peninggalan James Halliday.

Terakhir

Sayangnya, Ready Player One ini punya latar dunia yang sejujurnya kurang tereksplorasi. Dunia nyata di buku ini semacam dunia dystopia khas novel fantasi. Sayangnya, dunia nyatanya kurang digarap dan penulis lebih banyak membangun OASIS. Tentu saja akhirnya pembaca tetap akan terpukau oleh OASIS ini.

Satu hal lain yang membuat saya tidak bisa memberikan bintang 5 pada buku ini adalah Wade. Jadi, Wade ini tidak percaya pada Tuhan. Saya pribadi menghargai kepercayaan Wade ini. Sayangnya, saya tidak suka cara penulis mengisahkan ketidakpercayaan Wade ini. Alhasil Wade jadi seperti mengejek orang-orang yang percaya pada Tuhan.

Yah, secara keseluruhan, novel ini berkisah tentang cerita petualangan yang menegangkan, lengkap dengan kisah persahabatan, kisah cinta, dan kisah kekeluargaan dalam porsi yang cukup. Lebih lagi, sangat cocok bagi penggemar game dan pembaca yang hidup di tahun 80an!

Selamat membaca!

Share:

0 comments