[Tips] Bookstagram: Memulai Dari Dasar



Pertanyaan yang sering saya dapat ketika mengunggah foto di instagram adalah: Fotonya bagus, Kak. Gimana caranya sih?

Hmm, sejujurnya foto cantik bookstagram (dan foto-foto cantik lainnya yang instagramable) itu punya rumus dasar fotografi yang sama. Hal-hal dasar dalam foto seperti teknik fotografi rule of thirds, sudut pengambilan gambar, bahkan tips dasar semisal bersihkan kamera dan latar foto mirip.

Nah, pada tulisan ini, saya akan berusaha menuliskan semua hal dasar yang harus dilakukan untuk mendapatkan foto buku yang instagrammable.

Baca juga: "Bookstagram: Akun Foto Buku yang Instagrammable"

Dasar-dasar ini bisa kamu praktikan baik untuk foto dengan ponsel (seperti tujuan saya membuat semua artikel di rubrik 'Bookstagram') atau pun jika kamu pakai kamera yang lebih canggih. Seperti yang saya bilang di awal, semua foto instagrammable itu punya tips dan trik yang mirip. Yup, tulisan ini adalah tips dan trik foto bookstagram.

Pentingnya Latar

Mari kita memulai dari hal yang membuat semua foto instagrammable itu memang instagrammable, latar alias background.

Baik kamu pecinta foto indoor maupun outdoor, latar adalah bagian (sangat) penting dalma menghasilkan foto yang bagus. Tanpa sebuah latar yang mumpuni, kamu tidak bisa menciptakan foto yang bisa menonjolkan 'sesuatu' (dalam kasus bookstagram, buku).

Nah, dalam artikel ini saya akan lebih fokus pada foto indoor. Pernah lihat kan akun instagram dengan foto-foto ciamik? Kamu jelas menyadari bahwa mereka tidak foto di sembarang tempat, kan?

Ya, foto-foto indoor berkualitas dihasilkan dengan latar foto yang mumpuni. Tentunya jika kamu pegiat foto (apalagi aktif menjelajah di instagram) kamu akrab dengan istilah alas foto. Namun, jangan salah, alas foto tidak harus sesuatu yang khusus lho.

Alas foto untuk menghasilkan foto indoor bisa berupa sesuatu yang sederhana seperti karton putih, seprei (yep, banyak yang pakai konsep seprai dan selimut lho), meja belajar, sampai alas buatan sendiri. Kamu tidak perlu khawatir jika tidak punya dana untuk membeli alas foto (yang harganya memang mahal hiks), karena ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk 'menciptakan' latar foto yang bagus.

Sebagai gambaran, mari membongkar rahasia 'dapur' saya sendiri. Saya pernah pakai jilbab, kliping koran, kain, sampai kertas bekas pembungkus paket sebagai alas foto. Foto ini yang saya maksud dengan kertas bekas pembungkus itu.


Jadi, jika kamu belum bisa membeli alas foto cakep (seperti saya), mari berpikir kreatif untuk menciptakan alas foto sendiri.

Objek, Properti, dan Komposisi

Selain latar yang mumpuni, objek dan properti adalah hal berikutnya yang harus dipahami.

Bagi saya pribadi, dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Karena keduanya saling melengkapi untuk menciptakan foto yang bagus. Namun, perlu dipahami bahwa harus ada keseimbangan antara objek dan properti untuk hasil foto yang optimal.

Objek sendiri tentu saja adalah point of view (POV) foto kita alias 'hal utama' yang kamu ingin langsung dilihat oleh orang lain ketika melihat fotomu. Sedangkan properti adalah hal-hal yang mendukung keberadaan objek tersebut. Properti ini sendiri bisa hal-hal remeh seperti buku tulis, pulpen, baju (yap, baju), bunga, sampai barang-barang mahal yang memang ditujukan menjadi properti foto.

Yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah seberapa banyak properti yang dimiliki atau seberapa keren objek foto kita. Yang menjadi masalah utama adalah komposisi foto.

Bagaimana cara membuat komposisi foto agar objek dan properti seimbang?

Pertanyaan ini, sejujurnya, susah juga untuk saya jawab. Pasalnya, saya sendiri pun masih terus belajar dan mencoba aneka rupa agar bisa menghasilkan komposisi foto yang seimbang. Saya akan coba tuliskan bagaimana cara saya mengatur objek dan properti dalam foto saya.

Sebelum memulai foto, saya menentukan dulu objek apa yang ingin saya tampilkan. Apakah buku, mug, pembatas buku, halaman tertentu dari buku, ataukah justru sesuatu yang lain. Setelah itu, saya meletakkan properti di sekitar objek tersebut dan mengamati apakah ada yang bisa ditambahkan, ada yang kurang, atau sesuatu yang lain. Hal ini dicoba dan diulang berkali-kali sehingga saya mulai mendapat 'sense' untuk foto-foto saya. Bisa dilihat perkembangan penataan saya dari foto di bawah ini.

Nah, jika kamu benar-benar newbie dalam mengambil foto benda, rumus dasar komposisi fotografi bisa diterapkan lho. Ada rule of thirds, komposisi tengah dan simetri, frame dalam frame, dan lain sebagainya. Ada banyak artikel dari orang-orang yang lebih ahli menuliskan tentang hal ini jika kamu butuh panduan. :)

Saya sendiri penganut rule of thirds. Komposisi ini cenderung paling mudah untuk diterapkan dan fleksibel dengan aneka rupa objek serta properti.

Selain itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk semakin lihai memainkan komposisi adalah pakai rumus ATM: amati, tiru, modifikasi. Saya sampai sekarang pun masih sering melakukannya. Jika menemukan foto dengan komposisi bagus, saya akan menyimpannya dan mencontohnya. Tentu saja dengan modifikasi sentuhan foto saya. :)

Selain itu, jika kamu memang terinspirasi oleh komposisi seseorang, ada baiknya juga untuk memberikan credit padanya.

Teknik Dasar Fotografi

Selepas komposisi, teknik fotografi adalah tahap terakhir dalam dasar memulai bookstagram. Jangan langsung membayangkan ini adalah hal yang sulit, karena kuncinya adalah banyak-banyak latihan. :)

Teknik dasar yang saya maksudkan di sini adalah tentang teknik pengambilan gambar dan sudut pengambilan gambar.

Apa sih itu?

Teknik pengambilan gambar intinya itu bagaimana kita mengambil foto objek, apakah dekat, sangat dekat, atau justru jauh. Sedang sudut pengambilan gambar ya tentu saja dari sudut mana foto objek mau kita bidik, bisa sejajar objek, dari bawah objek, atau dari atas. (Untuk penjelasan lebih lengkap, kamu bisa cari artikel di tempat lain ya, karena saya bukan ahli fotografi juga hehe.)

Kedua hal ini, menurut saya pribadi, sesuai dengan selera kita sendiri. Ada bookstagram yang mengombinasikan aneka rupa teknik dan sudut pengambilan gambar dalam feed-nya. Ada juga yang setia dengan satu tipe saja.

Saya sendiri jatuh cinta sama flatlay. (Oh, tapi saya juga bingung ini flatlay masuknya dalam sudut pengambilan mana dalam aturan sudut pengambilan gambar fotografi haha.) Dan flatlay termasuk teknik yang cukup mudah untuk diterapkan dalam mengambil foto bookstagram. Mayoritas foto saya pun didominasi oleh foto-foto flatlay.

Namun, menurut saya sendiri, ada baiknya kamu mencoba aneka rupa teknik dan sudut pengambilan agar menemukan hal yang "klik" dengan dirimu dan feed bookstagram yang ingin kamu capai. Bacalah artikel seputar fotografi, tirulah foto-foto banyak orang (jangan lupa di-credit ya :D), dan ambillah gambar berulang kali. Banyak-banyak mengambil gambar akan membuatmu tahu apa yang kamu inginkan.

Berteman dengan Cahaya Matahari

Nah, masuk ke trik terakhir untuk menciptakan foto yang instagrammable nih. Yup, ini trik, bukan teknik ataupun tahapan. Trik ini sangat mudah, tanpa biaya, dan begitu berlimpah. Namanya, cahaya matahari.

Suatu foto yang baik memiliki pencahayaan yang juga baik. Tanpa pencahayaan yang baik, sebuah foto, meskipun punya komposisi sangat bagus dan difoto dengan teknik yang tak kalah jago, bisa berakhir jelek. Walaupun juga kamera canggih bisa membuat foto yang diambil tanpa cahaya matahari tetap jernih dan tajam, hasilnya akan jauuuuuuuuuh lebih baik ketika diambil dengan cahaya matahari. Coba saja deh buktikan. :)

Nah, untuk mendapat cahaya matahari yang pas, carilah lokasi yang mendapat cahaya matahari dengan bagus. Jangan keburu sedih karena rumahmu sempit atau justru kamu tinggal dalam kamar indekos. Saya sendiri tinggal dalam kamar 3 x 3 saja, hehe.

Carilah jendela atau pintu yang pasti akan membuat cahaya matahari bisa sampai dengan baik. Lalu, ketika mau foto-foto, jangan ragu buat membuka pintu, goden jendela, atau bahkan jendela-jendela juga agar cahaya bisa semakin baik.

Selepas mednapatkan lokasi strategis dengan pencahayaan baik, trik selanjutnya adalah menemukan waktu yang pas. Kalau yang satu ini tentunya butuh waktu dan mencoba-coba. Saya sendiri sudah mengambil foto bookstagram selama sekitar satu tahun sebelum mendapatkan lokasi dan waktu yang sangaaaat pas untuk mendapatkan foto yang saya inginkan. :")

Meski ada aplikasi edit foto dan aneka filter, foto dengan pencahayaan bagus ini bakal menghasilkan foto yang jauuuuuh lebih bagus. Bisa bandingkan dua foto di bawah ini. Kedua foto saya ambil di lokasi yang sama tapi dalam waktu yang berbeda. Bisa dilihat pencahayaan pada foto kanan jauh lebih bagus karena saya ambil di "waktu yang pas" sedangkan foto kiri saya ambil ketika waktu itu sudah terlanjur berlalu, hiks.

    

Oh ya, bocoran nih ya, lokasi strategis saya adalah di atas dipan saya, di samping jendela, dengan kondisi jendela dan pintu terbuka. Sedangkan waktu pas saya adalah sekitar pukul 6.30 ketika matahari seakan sejajar jendela dan cahaya matahari jadi sangat melimpah. (Yep, jendela kamar saya menghadap timur jadi pagi adalah waktu yang paling baik buat saya foto-foto.)

Nah, sudah siap untuk memulai foto-foto bookstagram?

Share:

38 comments

  1. Waahh keren bangets tips, terlihat perbedaan yaa saat newbie dan sudah mengenal rule of third atau angel pengambilan objectnya. Kereen bangets ini :D Thank you atas informasinyaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama ^^

      Hehe asal mau banyak mencoba dan latihan ntar makin biasa kok. Good luck ya!

      Delete
  2. Baru sempet baca dan ini ngebantu banget. Serius. Thanks, Kak. Diriku mau coba menjelajah dunia bookstagram.

    Makasih banget tipsnya. Will practice soon 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah senangnya kalau bermanfaat! Hehe iya ayo dilihat-lihat akun bookstagram-nya XD

      Good luck juga ya buat foto-fotonya!

      Delete
  3. Terimakasih kak tips nya...banyak banget pelajarannya untuk bookstagram muda kaya aku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senangnya kalau bermanfaat. Good luck ya buat foto-foto!

      Delete
  4. Inspiratif banget mbaa... makasih untk tips2nya yah. aku jadi seneng foto2 buku yang aku baca setelah liat IG kamu loh. (waktu itu aku pernah DM juga hehehe)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya kah? Senangnya kalau menginspirasi :D

      Selamat mencoba foto-foto ya kak!

      Delete
  5. Akhirnyaaa.. artikel yang paling ditunggu :)
    Kalau aku belum bisa bikin feed yang bertema - tema gitu kak, aku masih sesuai mood kalau foto buku hhehe. Tapi pengen juga suatu saat bikin feed yang bertema kayak milik Kak Wardah... Makasih banget buat tips - tipsnya Kak :* siap buat dicoba coba suatu saat nanti, ditunggu artikel - artikel selanjutnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama ya. Syukurlah kalau bermanfaat. :)

      Wah ayo dicoba dulu hehe. Siapa tahu keterusan terus suka nanti.

      Delete
  6. Wahh tips tips nyaa bermanfaat kak, tapi tetep aja kesulitan dalam pengambilan objek buat aku tetep cahaya kak, suka kurang pas waktunyaa:(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah harus cari waktu yang pas kalau gitu. Waktu cahaya ada banyak dan waktu kita juga cukup luang buat foto. Good luck ya!

      Delete
  7. Tipsnya membantu kak, foto2nya juga keren keren kaya aesthetic gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih :)

      Syukurlah kalau bermanfaat hehe.

      Delete
  8. Kak aku newbie di bookstagram. Bahkan baru tau kalau ada yang review buku rutin dan disebar di medsosnya. Pertama kali liat postingan kaka, tertarik banget! Feedsnya indah, dan pastinya bermanfaat banget buat ningkatin minat baca orang lain. Awalnya saya kira kaka ngambil foto di google (maaf ya ka ��) ternyata all by yourself, dan makin terbukti dengan postingan ini yang bener banget! Nanti InsyaaAllah aku coba ya kaa. Hehe. Syukron katsiran, makasih banyak������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama. Syukurlah kalau bermanfaat. :)

      Silakan kalau mau dipraktekan. Saya justru senang kalo artikel ini berguna dan dicoba hehe.

      Delete
  9. Waktu pertama kali Kakak share info postingan tentang Bookstagram aku langsung tertarik banget. Tipsnya membantu banget buat aku yang pengin jadi Bookstagrammer tapi bingung mulai dari mana. Sampai sekarang masih latihan cekrak-cekrek tapi belum ada yang di post di instagram, belum pede. hehe... :)
    Instagram aku juga feed nya masih berantakan. Haruskah aku bikin IG baru?
    Makasih kak tips2 nya ditunggu tips2 selanjutnya...
    ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau akunnya bagus, tentu saja mending diisi hanya buku. :)

      Tapi tentu saja keputusan kembali padamu hehe. Sejujurnya selama bisa membuat feed yang bagus meski isinya macam-macam, instagrammu tetap bakal terlihat cantik!

      Semangat terus ya :D

      Delete
  10. Artikelnya membantu banget, kak :) dan tips-tipsnya udah aku terapkan, loh kak hehe. Foto-foto bookstagramku makin bagus 😍. Thank you, kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama ya!

      Senangnya kalau membantu dan bermanfaat! Semangat terus mencoba ya!

      Delete
  11. Ah the tips for the bookstagram and the beginner to taking pictures are so hepful! (sorry ya ga di bahasa indo 😅😂)

    ReplyDelete
    Replies
    1. No need to say sorry, dear!

      Thank you for reading it! :)

      Delete
  12. Artikelnya membantu banget! Aku share di twitter ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aww feel free kak! Makasih ya sudah baca dan membagikannya :D

      Delete
  13. Saya juga penganut rumus ATM kak 🙌🙌🙌 Dan soal bersahabat sama si Matahari setuju sekali, karena menurutku itu jadi faktor utama dalam mengambil gambar terlebih jika HP yang kita punya gak canggih 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banget! Dengan pencahayaan bagus, ambil foto pakai hape yang biasa-biasa aja bisa jadi keren :)

      Delete
  14. Keren bangetss tipss nya. Iyaa kadang saya bingung kalau cari angle yang pas buat foto buku. Karena emang lagi mencoba menjadi bookstagram. Tips nya membantu banget. Makasih ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama kak. Senangnya kalau bermanfaat ^^

      Hehe semangat terus ya kak buat foto-foto!

      Delete
  15. Makasih banyak kak, tips nya sangat membantu apalagi aku baru mau mulai nih jadi bookstagram hehe. Oh iya aku penasaran juga nih, selama ini kakak kalau ngambil gambar pake kamera professional atau kamera hp? Soalnya gambar-gambar kakak yang aku liat di ig bagus-bagus banget, dan jernih gitu. Apalagi properti yang digunain klop banget, kalau aku sih kadang nggak percaya diri kalau pake properti...dan aku selalu mikir nggak cocok aja gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama. Senangnya kalau akhirnya membantu :)

      Pakai kamerah hp aja hehe. Terima kasih ya sudah suka. Nanti saya bakal tulis lebih banyak tips, khususnya tips buat foto pakai kamera aja hehe. Nantikan ya. :)

      Delete
  16. Waahh, jendela kamarku arah barat, jadi kalau foto supaya dpt sinar matahari yaa sekitaran jam 3..

    Bermafaat banget kak tipsnya. Terima kasih sudah berbagi sama kami2 yang masih tahap belajar utk jd lebih baik lagii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe saja juga masih belajar supaya lebih baik kok kak :D

      Iya kak, bisa dicoba kalo sore fotonya jadi gimana. Bandingin. Coba lagi foto di lain waktu gitu.

      Delete
  17. mantab bener ini postingannya. makasih wardaaah kusukaa langsung aku bukmak!
    tujuanku cuma agar foto bukunya bisa bagus, enggak asal dan bikin org tertarik baca heuheu. makasih yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama! Semoga bermanfaat ya, Fi :D

      Jangan lupa pantengin terus rubrik ini karena bakal ada lebih banyak tips lainnya nih. Hihi

      Delete
  18. Wahhh keren banget kak aku jadi pingin nyoba jadi bookstagram, username IG kakak apa ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak! Akun IG saya missfioree :)

      Delete
  19. Huwaaa keren banget kak, ilmunya sangat bermanfaat buat aku terapin sekarang juga. Berhubung kemarin aku sempat down karena hasil foto aku itu jeleknya udah overdosis si, bahoan malu banget buat liat hasilnya. Tapi sekarang aku jadi gk sabar pengen mulai lagi.


    @ar.ainiyyahx_

    ReplyDelete
  20. Awwwww....I Love this Article... Sangat bermanfaat artikel nya... Nanti aku terapin deh biar foto nya makin kece kayak punya kakak :))
    Username Instagram: @Reviewinbuku

    ReplyDelete