Welcome Home, Rain: Mimpi, Kisah Cinta, dan Keluarga

Judul: Welcome Home, Rain
Penulis: Suarcani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 304 halaman

Welcome Home, Rain bercerita tentang Ghi dan Kei. Keduanya berkenalan lewat kakak adik Danan-Donna. Danan adalah sabahat Ghi, sedang Donna sahabat Kei sejak kecil. Keduanya sempat merasakan kebahagiaan bersama hingga segalanya runtuh. Meninggalkan Ghi dengan sakit hati tak berkesudahan dan Kei dengan kehidupan melarat penuh celaan.

Bagaimana jika keduanya harus kembali bertemu lagi?

Kei, Ghi, dan Sakit Hati

Perkenalan pertama Ghi dan Kei sangat romantis. Dan magis.

Di kafe temaram yang terkesan hangat. Kei tengah bermain piano sambil bernyanya saat Ghi melihat gadis itu. Tepatnya, Ghi mendengar permainan piano dan suara indah Kei. Kei diperkenalkan sebagai Gadis Piano.
"Si Gadis Piano. Mainnya keren, suaranya bagus banget." (h. 34)

Selepas itu, keduanya dekat. Kei dan Ghi sama-sama memiliki mimpi di dunia musik. Ghi adalah seorang penyanyi yang tengah naik daun. Ketika mendengar permainan piano Kei dan suara gadis itu, Ghi mengajak Kei untuk berduet. Sejak saat itulah, hubungan keduanya berkembang. Sayangnya, belum apa-apa hubungan mereka kandas. Ghi menemukan Kei keluar dari kamar hotel bersama seorang produsen label rekaman.

Selepas itu, kehidupan Ghi dan Kei tak lagi bersinggungan. Kei memilih menghindari dunia entertaiment dan hidup jauh dari hiruk-pikuk. Sementara Ghi, dia memilih membenci Kei dan terus mengejar cita-citanya.

Ketika membaca Welcome Home, Rain, pembaca akan sangat merasakan bagaimana sakit hati Ghi. Pemuda itu mengungkapkan perasaannya dengan begitu menggebu-gebu. Welcome Home, Rain sendiri ditulis dari sudut pandang orang ketiga yang berganti-ganti antara Kei dan Ghi. Keduanya terasa berbeda sekaligus mengalir. Saya sangat salut pada penulis yang berhasil menciptakan kisah Kei dan Ghi dengan padu.

Nah, kembali ke sakit hati Ghi. Nah, Ghi ini sejak awal muncul sudah sangat menyebalkan. Ghi ini ... sangat tega, jahat, kejam—yah rada brengsek gitu kalo nama Kei muncul—sama Kei. Mulutnya suka nggak terkontrol dan emosinya jadi nggak stabil. Padahal Ghi nggak pernah mencoba melihat dari sudut pandang Kei.

Ghi ini sosok cowok yang kalau putus sama mantannya maka dia bersikap jahat pada si mantan. Padahal nyatanya, dia yang lebih sakit dengan perbuatan itu.
"Setiap luka itu butuh obat, Ghi. Termasuk sakit hati." (h. 42)
Nah, keduanya harus kembali bersinggungan dan perlahan keruwetan di masa lalu mulai mengurai.

Masalah Keluarga

Kei adalah gambaran gadis tertutup, dan penurut yang tidak suka konfrontasi serta menghindari konflik. Sejujurnya, saya nggak terlalu bisa simpati pada sifatnya (apalagi berkenaan dengan mamanya), tapi semakin dalam cerita, saya semakin memahaminya.

Bagi Kei, keluarga adalah sesuatu yang sangat penting. Bagaimana pun keluarganya.

Jadi, keluarga adalah hal yang banyak menggerakkan karakter Kei. Selama membaca Welcome Home, Rain, saya bakal yakin kalau pembaca bakal sebal pada Kei. Kei terlalu pasif, terlalu sering menghindar, terlalu membuat pembaca frustrasi.
"Dari dulu kamu selalu begitu. Mrnghindar, menghindar, dan menghindar. Memangnya masalah bisa selesai kalau dihindari terus?" (h. 151)
Namun, seiring berjalannya cerita, pembaca akan mulai memahami Kei. Memahani alasan gadis itu menghindari dari dunia entertaiment, yang tidak sesederhana karena skandal yang menimpanya.

Di sisi Ghi, pemuda ini juga punya masalah keluarga. Seperti yang saya bilang di awal, Ghi ini menyebalkan dan keras kepala. Nah, untuk meraih mimpinya sebagai penyanyi, Ghi semacam kabur dari rumahnya dan menjauhi ayahnya.

Pertemuan Ghi kembali dengan Kei, juga membuat Ghi berubah. Bukan hanya pemuda itu mendapatkan jawaban atas hal-hal yang terjadi di antara dirinya dan Kei di masa lalu, Ghi juga perlahan menyadari bahwa keluarga adalah sesuatu yang sangat penting.

Penulis berhasil menjalin pertemuan kembali Kei dan Ghi dengan adegan yang sering mengelus dada (karena sakit hati Ghi), menyedihkan tapi membuat penasaran (karena sifat Kei yang tertutup), dan menjungkir-balikkan pembaca dengan konfilk-konflik minor di sekitar kedua tokoh utama.

Terakhir
"Apa kamu tahu beda mimpi dan ambisi, Ghi?"
"Mimpi, kamu yang mengejar. Sementara ambisi, kamu yang dikejar." (h. 234)
Welcome Home, Rain ini memiliki konfliknya padat. Nggak sebatas hubungan Kei-Ghi doang dan pertemuan mereka selepas skandal itu. Ada konflik keluarga dan persahabatan juga di buku ini.

Selain itu, isu yang diangkat mencangkup beragam hal, dunia artis yang gemerlap, cita-cita, hubungan beda usia, mental illness hingga hal-hal gelap lainnya. Hal ini membuat Welcome Home, Rain sangat kaya dan berhasil menjungkir-balikkan pembaca.

Sebuah bacaan yang sangat direkomendasikan untuk pecinta genre young adult dan kamu yang menyukai kisah kompleks.

Selamat membaca!

Share:

1 comments

  1. […] Krisby. Imaji Terindah – Sitta Karina. Me, Earl, and The Dying Girl – Jesse Andrews. Welcome Home, Rain – Suarcani, Magnetto – Ninna Lestari. Stand Night War – Nisrina […]

    ReplyDelete