[BLOG TOUR] Pinocchio Husband; Kebohongan dan Pernikahan Kontrak


Judul: Pinocchio Husband
Penulis: Pia Devina
Penerbit: Roro Raya Sejahtera
Tebal: 264 halaman

Blurb
Jangan berbohong pada orang yang mencintaimu.
Jangan mencintai orang yang berbohong padamu.

THE NOT-SO-HAPPY WIFE
“Aku akan menikah, Ma, Pa.”

THE PINOCCHIO HUSBAND
“Kita hanya perlu bersandiwara seperti ini.”

WEDDING OF LIES
Simbiosis mutualisme, begitu mereka menyebut pernikahan itu. 
Gwen bisa kembali dipertemukan dengan adiknya yang telah lama hilang, sedangkan Tristan bisa menggunakan pernikahannya untuk menyukseskan ambisinya sebagai penerus bisnis keluarga.

Dan setelah keduanya mendapatkan yang mereka mau, bercerai adalah langkah selanjutnya.

HAPPILY NEVER AFTER?
Kehidupan pernikahan mereka yang menyerupai roller coaster—termasuk borok memalukan yang setengah mati disembunyikan oleh keluarga besar Gwen—mendekatkan jarak di antara mereka. Menumbuhkan perasaan yang diikuti dengan pertanyaan besar: apakah keduanya sudi berkompromi demi harapan bahwa pernikahan ini akan berjalan lebih dari sekadar lima bulan?

Pernikahan Kontrak

Tristan harus menikah sebelum mendapatkan perusahaan keluarga. Dan jelas dia tidak akan menikah dengan gadis pilihan orang tuanya. Dia membutuhkan gadis mandiri yang bisa diajaknya bekerja sama.
"Saya ingin kamu menikah dengan saya. Kamu kandidat yang sempurna untuk menjadi seorang istri di keluarga Pranaja." (h. 33)
Gwen sejak dulu ingin bertemu adiknya. Sayangnya, kondisi mereka tidak memungkinkan. Hingga suatu hari seseorang menawarkan perjanjian bisnis agar Gwen bisa bertemu dengan adiknya.

Begitulah. Takdir Tristan dan Gwen terjalin dalam perjanjian kerta sama bernama pernikahan kontrak. Meski pada awalnya Gwen menganggap ide Tristan itu gila, perempuan itu akhirnya mengiyakan. Selain karena sang adik dan rahasia keluarga yang tidak ingin tersebar luas, ada alasan lain Gwen mengiyakan tawaran Tristan.
Namun, sebelum mengulas alasan Gwen, saya ingin membahas tema yang diangkat dalam novel ini. Pernikahan kontrak adalah tema yang sering diangkat dalam jagat pernovelan romance. Bukan hanya di novel romance lokal, novel luar pun kerap menggunakan tema ini. Bisa saja hubungan pura-pura itu tidak sampai tahap pernikahan, seperti pacaran pura-pura. Yang jelas, tema ini bukanlah tema yang tidak biasa.

Yang membuat novel ini berbeda adalah masalah pernikahan kontrak Tristan dan Gwen dilandasi masalah keluarga yang lain, masalah keluarga Gwen tepatnya.

Kebohongan dan Masalah Orang Tua

Seperti yang sebelumnya saya katakan, Gwen menerima tawaran Tristan bukan hanya karena ketakutannya soal rahasia keluarganya terbongkar tapi juga karena alasannya sendiri. Keluarganya.

Berbeda dengan keluarga Tristan yang sangat hangat (meski karakter Tristan sendiri sangat playboy jadi aslinya saya sedikit mengernyit bagaimana mungkin seorang yang besar di keluarga yang begitu dicintai jadi playboy kecuali bahwa dia terlampau angkuh dan merasa memiliki segalanya?), keluarga Gwen adalah kebalikan. Gwen menampilkan sosok wanita yang independen, kuat, mampu seorang diri, perfeksionis, yah pokoknya gambaran wanita karir yang tegar. Dia pun sedikit sinis menatap kehidupan. Ternyata alasannya adalah kedua orang tuanya.

Gwen hidup di keluarga yang begitu dingin dan asing, meski dia adalah anak semata wayang di rumah. Ternyata kedua orang tuanya menyimpan kebohongan selama ini (walaupun sebenarnya Gwen sudah tahu). Kebohongan dan masalah yang membesar hingga bertahun-tahun berlalu.

Karakter Tristan dan Gwen sendiri berkebalikan sehingga interaksi keduanya di Pinocchio Husband sangat menarik.

Tentang Alur dan Lain-lain

Sayangnya, novel ini terasa melompat-lompat. Segalanya berlalu terlalu cepat, bahkan pernikahan Tristan dan Gwen. Belum lagi kemudian chemistry mereka mendadak muncul dan segala kebohongan yang selama ini mereka sembunyikan itu diakhiri dengan begitu saja. Seandainya ada lebih banyak gejolak, konflik, dan hal-hal yang harus dilalui keduanya, serta pembicaraan panjang-lebar yang mengakhiri konflik mereka, saya akan lebih menikmati. Yah, saya toh menikmati interaksi Tristan dan Gwen.

Meski sosok Gwen yang awalnya kuat berakhir ... rada menyedihkan gitu. Entahlah saya tidak lagi merasakan sosok Gwen di awal yang dibilang cerdas, independen, kuat, dan yah ala alpha women gitu sejak bertemu Tristan. Saya memahami kenapa Gwen rapuh ketika menyangkut soal adiknya. Hanya saja, ya itu, semakin lama Gwen lebih mirip remaja labil menyedihkan gitu.

Lalu, interaksi Gwen dan Tristan yang seharusya "baik-baik di luar" dan seperti pasangan sempurna itu kok nggak dicurigai sama pekerja mereka di rumah? Apalagi sama sopirnya gitu lho. Maksudnya, ya itu kan bisa jadi bahan konflik baru. Laporin ke orang tua Tristan mungkin? Atau soal rekan kerja Gwen yang akhirnya begitu saja padahal muncul dengan cukup heboh dan sampai membicarakan Gwen kemungkinan memelet Tristan.

Konflik di luar hubungan Tristan-Gwen pribadi terasa kosong. Dan hal ini sangat saya sayangkan.

Satu lagi, saya sedikit kecewa sebenarnya karena judulnya berakhir ... tidak punya korelasi cukup banyak dengan cerita di novel ini. Saya pikir novel ini akan lebih banyak mengulas dari sisi Tristan gitu, berhubung bawa-bawa kata "husband" tapi ternyata tidak juga.

Terakhir

Terlepas dari itu semua, Pinocchio Husband cukup mengasyikan. Cerita ini cukup menghibur saya sebagai pembaca.
"Masa lalu yang terjadii di antara kalian, bukan kesalahan yang kamu atau Gwen lakukan." (h. 240)
Buku ini direkomendasikan bagi kamu yang menikmati cerita pernikahan kontrak. Juga bagi kamu yang membutuhkan cerita ringan yang mengasyikan.



Photo Challenge

Btw, btw, sekarang saatnya photo challenge. Seperti biasa.

Saat menjadi host novel Glaze, saya pikir Twigora dkk sudah berhenti meminta host melakukan photo challenge yang aneh-aneh. Namun, ternyata tidak saudara-saudara! T_T

Saya dan Mpah alias Afifah membahas ini secara pribadi dan kami sama-sama semacam speechless atas tantangan foto kali ini. Pasalnya kami harus berpose seperti boneka kayu! Duh, saya pikir tidak akan ada lagi foto diri ternyata hahahhahahahhaha

Baiklah, ini, foto saya.


Sebelumnya, tone foto ini lebih kusam sampai-sampai Mpah bilang cocok jadi meme ibu yang tengah ngetren itu. Akhirnya saya terangin dan touch up sana sini akhirnya jadi begini.

Bagaimana menurutmu? Apakah sudah mirip boneka kayu? XD

Share:

17 comments

  1. shespicaforest21/10/17 02:48

    Ahahahahahahaha keren kakkk😂😂👍👍

    ReplyDelete
  2. Heni Susanti21/10/17 13:43

    Nah, kalau dijelaskan beberapa poin "minus"-nya gini kok jadine malah makin pengen baca. Butuh pembuktian! 😅

    ReplyDelete
  3. […] komentar di Bincang Santai Bareng Pia Devina dan review Pinocchio Husband. Syarat ini tidak wajib dilakukan, tapi akan menambah poinmu untuk terpilih sebagai […]

    ReplyDelete
  4. Insan Gumelar Ciptaning Gusti21/10/17 14:25

    Penjabarannya enggak melulu soal yang positif, malah di sini lebih menguak sisi negatifnya. Tapi karena banyaknya pembaca jadi mikir, apakah cerita ini sangat bangus sampai 'mengesampingkan' poin-poin negatifnya. Dan aku ingin bertemu Tristan.

    ReplyDelete
  5. saya pembaca novel Kak Pia Devina, sudah banyak yang saya baca namun saya penasaran pengen baca ini kisah juga, kisah Pinocchio Husband (Tristan - Gwen) yang dengan plot bagus ini. banyak hal yng menarik pembaca sih di novel ini (Cover, desain, dan ceritanya), semoga nnti kalo saya berkesempatan buat baca kisah Tristan saya bisa senyum puas. secara ini kan novel kompetisi dan juara lagi, udah pasti kan bisa mengalahkan banyak naskah yang lain yang dikirim di event tersebut. aduh penasaran.

    ReplyDelete
  6. Menarik,,, point minus yang disampaikan sangat mendetail. Jadi semacam warning supaya mengatur/ mengontrol ekspektasi terhadap Pinocchio Husband.

    ReplyDelete
  7. Elsita F. Mokodompit23/10/17 01:09

    Tema nikah kontrak emang udah sering banget sih. Jangankan novel, drama dan film juga ada yang mengangkat tema ini. Dan, aku adalah tipe yang selalu menantikan interaksi pasangan yang menikah bukan karena cinta. Lucu gitu. Dan, jujur sih, konflik luar kadang bikin kesel, mungkin karrna aku fokus ke romasanya hahsa tapi emang akan kosong banget kalau ga ada konflik bawaan lain.
    Penjabaran poin minusnya juga seenggaknya bikin aku nggak terlalu berkespektasi tinggi akan buku ini. Tapi aku penasaran sama kisahnya apalagi konflik bawaan krluarga Gwen.

    ReplyDelete
  8. Di foto lucu loh editingnya. Kayak boneka beneran

    ReplyDelete
  9. @HamdatunNupus23/10/17 20:22

    lah aku kok malah jadi makin penasaran meski point minusnya udah dijabarin seabrek gini ? XDXD...Good review kak Wardah :)

    ReplyDelete
  10. seffi soffi25/10/17 03:03

    Semakin penasaran sama review yang dijabarkan.. Apa kah saya bakalan merasakan hal yang sama.

    ReplyDelete
  11. Dari ikutan GA Typo memang selalu ada yang menarik di blogtour Twigora, salah satunya ya poto challenge ini. Idenya segar sih menurut saya.
    Tapi itu kayaknya gambar kakaknya terlalu sedikit, mungkin karena latar yang terlalu mendominasi.
    Diluar masalah challenge, review Pinnochio Husband ini pastinya seru untuk diikuti karena selalu ada info baru tentang isi ceritanya. Meskipun kata kak Wardah kurang eksplor untuk tokoh yang sekiranya ada hal yang lebih menarik jika dikupas, juga karakter tokohnya. Bagaimanapun saya suka banget sama buku yang bertema wedding😍.

    ReplyDelete
  12. Novel mengangkat tema pernikahan memang menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca penikmat romance macam saya. Yang membuatku semakin tertarik membaca novel ini adalah bagaimanakah caranya si tokoh mengetahui kebohongan-kebohongan yg disembunyikan.

    ReplyDelete
  13. entah kenapa lebih suka noel yg bergenre pernikahan dan pasca pernikahan. kayanya seruu ajaa... suksees y ka Piaaa buat debut novel selanjutnyaa.... bnykin giveaway donk :D

    ReplyDelete
  14. Ternyata ada beberapa kekurangan ya dari novel ini. Dan karena membaca review Kak Wardah, aku jadi ingin membuktikannya sendiri. Aku juga termasuk orang yang sering menghubungkan isi cerita dengan kerasionalan. Apakah cerita tersebut benar2 masuk akal jika di kehidupan nyata atau tidak. Walaupun fiksi, bukan berarti harus irrasional kan?

    Pinoocchio Husband menggambarkan Tristan, The-not-so-happy-wife menggambarkan Gwen, Wedding Lies menggambarkan hubungan yang terjalin di antara keduanya. Penggantian judul menjadi Pinocchio Husband terkesan seperti terlalu memihak kepada Tristan. Apakah di novel ini menggunakan sudut pandang Tristan seluruhnya? Menurutku jika judulnya wedding lies lebih menggambarkan hubungan mereka berdua, bukan hanya satu pihak saja.

    Btw, itu garis2 kayak tali hasil editan kak? Kreatif ya😁

    ReplyDelete
  15. Unik banget ya, terdapat beberapa hal yang agak mengecewakan dan chemistry yang terasa kosong antara tokohnya, juga ketidak korelasian antara judul dan cerita, tapi membaca novel ini tetap terasa mengasyikkan. Jadi makin penasaran.

    ReplyDelete
  16. Terkadang banyak pembaca yang tidak terlalu memperhatikan kelebihan serta kekurangan sebuah novel. Aku lebih senang jika ada pembaca yang juga menguak kekurangan sebuah novel (walaupun sedikit) ketika mengulasnya.

    Walaupun cukup banyak kekurangan dalam novel ini, tapi aku tetap penasaran dengan novel karya kak pia yang ini.

    Btw semangat terus untuk mengulas buku ya kak wardah 💕😄😻

    ReplyDelete
  17. […] Literature: Storm Cloud Marriage – Elsa Puspita. Pinocchio Husband – Pia Devina. Storm Cloud Marriage – Elsa […]

    ReplyDelete