Aftertaste; Cinta dari Dapur Bellaria

Judul: Aftertaste
Penulis: Sefryana Khairil
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 361 halaman

Aftertaste bercerita tentang dua orang pemilik Bellaria, Narend sang kakak sekaligus kepala chef dan Praya sang adik sekaligus pengelola lainnya. Tempramen Narend menjadi buruk sejak putus dengan Cindy, rekan sesame chef. Di samping itu, ada sesuatu yang dirahasiakan Narend dari semua orang.

Di tengah kekacauan itu, ada Farra. Dia melamar bekerja di Bellaria. Dia punya impian dan semangat belajar. Dan dia perlahan masuk ke dalam kehidupan dua kakak-beradik itu.
'Mungkin benar, melepaskan tidak semudah yang kita bayangkan.' (h. 103)

Kisah Cinta Empat Orang

Ya, meski pada blurb hanya ada Narend dan Farra, sebenarnya Aftertaste ini bercerita soal empat orang. Ada Cindy dan juga Praya. Takdir keempatnya terjalin dalam Aftertaste.

Jika Narend punya rahasia dan Farra punya impian. Maka Praya punya keinginan kembali dekat dengan sang kakak. Namun, ketika cinta mereka jatuh pada gadis yg sama, apa yg harus dilakukannya?

Sedangkan karakter satu lagi, Cindy. Dia punya segalanya. Karir yg baik dan tunangan yang mengajaknya menikah. Sayang, bayangan Narend tidak bisa lenyap dari kepalanya.

Aftertase tergolong memiliki kisah cinta yang cukup rumit. Meski dasarnya adalah kisah cinta segitiga. Saya pribadi bukan penyuka kisah cinta setipe ini, jadi saya tidak begitu suka kisah cintanya. Selain itu, saya tidak bisa memahami karakter Cindy. Kenapa dia tiba-tiba kembali dan mencari Narend? Serius saya bingung dengan tindakan Cindy
"Lucu, karena suatu hari kita punya segalanya---dan keeskokan harinya kita nggak punya apa-apa, kita kehilangan semuanya" (h. 197)
Terlepas dari itu, saya nggak merasakan chemistry Farra dengan Narend ataupun Praya. Praya sendiri naksir Farra tanpa tanda-tanda, jatuh cinta pada pandangan pertama sepertinya. Cuma perkembangan perasaan mereka itu tidak terasa. Begitu juga dengan perasaan Farra. Kedekatan mereka terlalu cepat dan terburu-buru.

Bisa jadi hal ini disebabkan oleh penulisannya yang dari sudut pandang yang berubah-ubah. Berganti-ganti dari satu karakter ke karakter lain. Mungkin penulis berharap pembaca bakal lebih paham. Sayangnya, saya justru merasak inkonsistensi dan kebingungan. Siapa sih tokoh utamanya? Kenapa dia melakukan ini? Kenapa dia melakukan itu?

Tentang Memasak

Selain itu, satu hal lagi yang saya nggak suka adalah kesalahan-kesalahan konyol yang dilakukan Farra. Dalam Aftertaste diceritakan bahwa Farra belajar tentang dunia memasak dan dia punya pengalaman bekerja selama empat tahun. Sayangnya, dia kerap melakukan kesalahan bodoh. Misalnya, Farra membola-balik daging agar cepat matang. Kalau Farra nggak pernah masak sama sekali, saya nggak bakal merasa ini konyol. Sayangnya latar yang diciptakan untuk Farra kan tidak begitu.

Nah, itu baru kesalahan Farra. Ada satu hal lagi yang membuat saya super bingung dengan kondisi Bellaria ini. Restoran mereka dibilang cukup terkenal tapi saya nggak paham dengan apa yang terjadi di dapur mereka. Memang saya nggak pernah belajar hal serupa dan pengetahuan saya terbatas dari media yang membahas soal chef, semisal movie Ratatouille. Cuma, saya benar-benar bingung dengan apa yang terjadi di dapur itu. Contohnya, ketika Farra menumpahkan kuah panas dan kena tangannya, kenapa tangannya nggak langsung disiram air dulu? Kenapa pula harus Narend yang pergi mengantarnya ke rumah sakit padahal dia kepala chef? Yang terakhir saya tahu untuk mengembangkan plot, cuma … itu aneh banget!

Hal lain itu semisal dinamika dapur Bellaria yang nggak kelihatan. Karakter chef lain benar-benar menjadi sekadar tempelan dan saya nggak mendapatkan dinamika dapur Bellaria. Saya tidak mendapatkan latar kehidupan chef dalam Aftertaste.

Bahkan saya tidak mendapatkan ilmu lebih dalam masakan yang dibuat dalam novel ini. Tidak ada yang special karena semuanya bisa kita dapatkan di internet. Jadi, ya, saya, sebagai seorang pencinta makan dan makanan (apalagi makanan Italia), merasa latar belakang cerita Aftertaste ini sangat mentah.

Terakhir

Saya berkenalan pertama dengan penulis lewat novel duet bersama Prisca Primasari. Di novella itu, saya tahu bahwa tulisan Sefryana Khairil bukanlah untuk saya. Meski demikian, saya memberikan kesempatan lain untuk Sweet Nothings. Sayang, saya berakhir tidak menyelesaikan novel itu.

Bertahun-tahun berlalu, saya melihat novel ini dan memutuskan memberi kesempatan lagi. Lagi pula saya suka latar yang diangkat penulis. Meski saya kecewa pada latarnya, saya bersyukur memberi kesempatan lain. Karena saya cukup menikmati Aftertaste.

Novel ini sendiri ditulis dengan rapi. Alurnya tersusun dan pilihan katanya rapi. Okelah buat dinikmati sambil minum teh sore-sore.

Share:

1 comments

  1. […] Romance: A Thing Called Us – Andry Setiawan. Glaze – Windry Ramadhina. Aftertaste – Sefryana Khairil. Then & Now – Arleen A. Boy Toy – Aliazalea. Angle in The Rain – Windry […]

    ReplyDelete