Then & Now; Tentang Dua Pasang Kekasih

Judul: Then & Now
Penulis: Arleen A.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 344 halaman

Ruita tidak pernah suka bekerja untuk suku telinga panjang. Rasanya mengerikan dan menjijikan jika harus mengurusi mereka. Akan tetapi, suatu hari Ruita melihat sepasang mata yang mengubah seluruh hidupnya.

Atamu adalah anak bungsu. Dia selalu diperlakukan seperti bocah padahal usianya sudah enam belas musim panas. Bahkan Atamu sudah bisa merasakan ketertarikan pada lawan jedis. Tepatnya pada seorang gadis pelayan yang bekerja di rumahnya.

Rosetta punya segalanya. Keluarga yang menyayanginya, harta yang berllimpah, bahkan kekasih yang melamarnya. Namun, Rosetta merasa semuanya tidak berarti dan hidupnya tidak ingin dihabiskan dengan kekasihnya itu. Rosetta menunggu. Entah menunggu apa … atau siapa.

Andrew dipecat oleh kakeknya di perusahaan keluarga karena terlalu penyendiri. Andrew harus bisa mendapatkan pekerjaan sendiri, hidup tanpa tergantung pada sang kakek, bersosialisasi dengan manusia lain, dan tentu saja menemukan kekasih. Namun, apakah itu mungkin jika dia tidak punya apa pun?

Ruita, Atamu, Rosetta, dan Andrew. Mereka berempat terjalin dalam satu takdir.
Dua Kisah Cinta

Then & Now punya dia kisah cinta. Satu kisah terjadi di masa lalu, dalam bab yang disebut “then” dan terjadi di sebuah pulau Rana Pui. Kisah cinta Ruita dan Atamu. Dua orang muda-mudi yang terpisahkan oleh sekat bernama kasta.

Sedangkan kisah cinta kedua tertulis dalam bab yang disebut “and now”. Kisah cinta Rosetta dan Andrew. Bertahun-tahun setelah pulau Rana Pui menjadi tak berpenghuni dan terjadi di antara kemegahan kota San Francisco.

Kisah cinta keduanya bisa dibilang tidak berkaitan. Yap, tidak ada unsur fantasia tau magis yang membuat dua pasang sejoli itu bertemu atau apa lah seperti pikiran saya pertama kali. Yang ada justru, bisa dibilang mereka adalah karakter yang sama. Rosetta adalah reinkarnasi Ruita dan Andrew adalah reinkarnasi Atamu. Kisah cinta Rosetta dan Andrew seakan melanjutkan takdir yang memisahkan Ruita dan Atamu.

Plot seperti ini terkesan segar di dunia Metropop. Akan tetapi, plot serupa sudah sangat banyak saya temui di manga. Itu sebabnya saya tidak merasa begitu terpikat. Saya justru kecewa karena bayangan saya kedua kekasih ini melampaui batas waktu dan apalah semacam time travel gitu ahaha.

Yah, cerita di bagian “then” sendiri klasik. Khas antara dua orang beda kasta. Yang membuat ceritanya segar adalah latar yang diambil, yaitu di Rana Pui. Pulai ini terinspirasi dari pulau yang benar-benar ada dan dari suku yang benar-benar pernah ada. Sayangnya, sampai separuh jalan kisah cinta Ruita-Atamu saya sudah keburu bosan.

Untuk kisah Rosetta-Andrew sendiri, saya merasakan plotnya pun mirip dengan buku romance kebanyakan. Chemistry keduanya timbul karena jatuh cinta pada pandangan pertama dan takdir. Konfliknya pun sejujurnya rada datar. Meski demikian, saya menikmati cara mereka berinteraksi dengan memo-memo itu. Manis.
Apakah mungkin kita memutuskan untuk menghabiskan seluruh sisia hidup kita dengan seseorang begitu saja tanpa dapat menyebutkan satu pun alasannya seolah memang seperti itu dari sananya? (hlm. 241)
“Aku” yang Berganti-Ganti

Ada satu hal yang khas dalam Then & Now. Novel ini ditulis dari sudut pandang orang pertama. Dan sudut pandang ini selalu berganti-ganti. Di setap awal bab, dituliskan siapa yang menjadi “aku” dan mulai menarasikan cerita di buku ini.

Sayangnya, “aku” dalam novel ini tidak terdiri sebatas dari empat tokoh sentral. Ada tokoh-tokoh lain yang menjadi “aku” dan berkisah dalam novel ini. Hal ini membuat saya harus memahami dengan betul siapa itu Vai, siapa itu Hima, siapa itu Jackson, dan seterusnya. Terlalu banyak “aku” dan kesemuanya terdengar mirip.

Saya tidak mendapatkan suara yang berbeda dari mereka semua. Mereka terdengar mirip dan tanpa adanya penjelas siapa “aku” saya rasa saya bakal bingung ini siapa dan itu siapa. Suara Ruita dan Atamu sendiri jadi terdengar tidak khas. Kecuali bahwa keduaya sering menceritakan tentang satu sama lain.

Yang jelas sudut pandang novel ini membuat saya tidak berhasil menikmati dengan puas.

Terakhir

Oke, jadi secara keseluruhan, saya tidak begitu terkesan dengan cerita dalam Then & Now. Terlalu biasa. Konflik yang ada terselesaikan dengan mudah. Dan kisah cinta mereka muncul karena “begitulah takdir”. Yah, saya bukan seorang yang romantis, tapi saya cukup percaya pada cinta sejati. Namun, entahlan kisah cinta Rosetta-Andrew ini terlalu mudah. Saya pikir cinta itu tidak datang hanya dalam sekali pandang. Cinta itu suatu proses.

Yah, terlepas dari itu semua, saya yah cukuplah menikmati hubungan Rosetta-Andrew yang manis. Selamat membaca!

Share:

1 comments

  1. […] Us – Andry Setiawan. Glaze – Windry Ramadhina. Aftertaste – Sefryana Khairil. Then & Now – Arleen A. Boy Toy – Aliazalea. Angle in The Rain – Windry Ramadhina. The Second Best – […]

    ReplyDelete