Nimona; Kisah Gadis Pengubah Wujud

Judul: Nimona
Penulis: Noelle Stevenson
Penerbit: Spring
Tebal: 272 halaman

Nimona adalah seorang pengubah bentuk. Lord Ballister Blackheart yang menjadi penjahat super di kerajaan dulunya kesatria di institusi. Sir Ambrosius Goldenloin merupakan wajah institusi kesatria dan kerjaan yang pernah menyakiti seorang sahabat baiknya di masa lalu.

Begitulah. Lord Blackheart sudah bertahun-tahun menjalankan rencana untuk mengungkap keboborkan institsui. Namun, usahanya selalu dihalangi Sir Goldenloin. Ada pihak jahat. Ada pihak buruk. Ada masa lalu di antara mereka.

Dan ada Nimona yang kekuatannya mungkin lebih berbahaya dari yang terlihat….

Penguasa dan Rahasia-Rahasia

Blackheart bisa saja disebut sebagai penjahat super atau tokoh antagonis dalam novel grafis ini. Akan tetapi, dia punya alasan yang menjadikannya jahat. Dia punya masa lalu dan dia punya kecurigaan bahwa institusi yang selama ini mengaku menjaga perdamaian kerajaan sebenarnya menyimpan rahasia gelap.

Pada kenyatannya, fakta soal institusi yang menyimpan rahasia-rahasia ini sangat relevan dengan kondisi di dunia nyata. Penguasa selalu punya cara untuk menyimpan rahasia. Penguasa melarang ini-itu, mengendalikan hal-hal yang disebut terlarang bagi masyarakat luas, tetapi di sisi lain, hal itu membuat penguasa berkuasa untuk melakukan hal-hal yang dilarang itu.

Saya bisa sangat relate dengan dunia Nimona.

Saya sangat padah dengan kondisi Goldenloin, yang dijadikan sebagai ‘wajah’ dan dipaka melakukan ini-itu atas dasar keadilan dan kebenaran. Bisa dibilang Goldenloin sedikit dieksploitasi karena sifatnya itu. Saya juga bisa melihat bagaimana Blackheart dikambinghitamkan atas segala hal buruk yang terjadi di kerajaan. Saya bisa melihat hal-hal itu terjadi di dunia nyata.

Nimona bisa saja merupakan novel grafis penuh imajinasi, rekayasa, dan hal-hal mustahil. Tetapi Nimona mengantung kebenaran. Kebenaran yang ironis.

Dunia dan Karakter Nimona

Nimona punya dunia yang menarik. Di dunia Nimona, ada teknologi, sains, peralatan-peralatan canggih, tapi juga ada sihir. Di dunia Nimona juga ada video games, TV, film, bahkan boardgame. Keberadaan benda-benda canggih ini membuah dunia Nimona bisa dengan mudah pembaca pahami, karena toh memang mirip dengan dunia ini.

Sayangnya, world building-nya kurang. Hal ini terlihat jelas karena Nimona hanyalah satu buku. Pembaca mungkin bisa memahami dunia Nimona, tapi tetap saja selalu ada yang membuat penasaran dalam novel (grafis) fantasi.

Nimona sendiri punya karakter-karakter yang bisa dengan mudah membuat pembaca simpati. Sebut saja Blackheart, si karakter penjahat utama. Yap, dia memang villain. Akan tetapi, dia punya aturan dalam berbuat jahat. Dia punya kepedulian kepada orang-orang umum yang tak tahu apa pun. Dia punya hati yang kelewat baik. Dan dia sangat penyayang.
“Membunuh itu tidak menyelesaikan masalah, Nimona.” (hlm. 21)
Saya yakin pembaca akan gampang bersimpati pada Blackheart. Juga pada Nimona, si gadis kecil yang sanggup berubah bentuk menjadi apa pun. Nimona mengingatkan saya para heroine yang badass, punya kekuatan, punya keyakinan diri, tidak mau kalah, tapi sebenarnya menyimpan luka dalam hati.
“Kau tidak harus mengatakannya kalau kau tidak ingin. Kau tahu, aku memercayaimu. Dan kau bisa memercayaiku.” (hlm. 125)
Semua karakter dalam Nimona punya cerita di masa lalu yang membuat mereka menjadi seperti itu. Termasuk Goldenloin. Yah, meski saya nggak begitu suka pada Goldenloin sih. Namun, toh Goldenloin punya titik lemah ketika berkaitan dengan Blackheart.

Tiga tokoh utama dalam Nimona ini punya latar masa lalu yang cukup dalam novel grafis ini. Meski sejujurnya, bagi saya pribadi penceritaannya masih kurang. Ada lebih banyak yang bisa dieksplor dari mereka. itu baru tiga tokoh. Belum lagi tokoh-tokoh yang lain.

Nimona ini punya cerita bersekala ‘kerajaan’ yang melibatkan cukup banyak sisi kehidupan. Mulai dari kalangan rakyat jelata hingga penguasaha. Sayangnya, semua konflik yang terjadi dalam buku ini sangat-sangat fokus pada ketiga tokoh utama sehingga hal-hal lain tidak tergali. Hal-hal lain yang menimbulkan tanda tanya ketika membaca Nimona.

Hal-hal lain yang mungkin akan terjawab jikalau Nimona berseri-seri dan bukannya hanya sebuah novel grafis tunggal.

Terakhir

Secara keseluurhan, saya sangat menikmati Nimona. Karakternya berhasil membuat saya jatuh cinta dan meski gambarnya seerhana, saya cukup suka. Sayangnya ekspresi mereka kurang tergambarkan jelas (karena mata mereka hanya satu titik dan hidung serta mulutnya Cuma segaris) dalam gaya gambar yang sederhana ini. Dan sayangnya lagi, ada beberapa cetakan yang rada kabur gitu sehingga kegiatan membaca terganggu.

Yang jerlas, Nimona saya rekomendasikan bagi mereka yang suka heroine keren. Juga bagi mereka yang menikmati novel grafis atau komik barat. Selamat membaca!

Share:

1 comments

  1. […] Novels & Comic Books: Nimona – Noelle Stevenson. Sometoon – Mojito Mohican. The Dragon Next Door – […]

    ReplyDelete