#Ya Tuhan, lapar, gosong, doa.

Judul: #Ya Tuhan, lapar, gosong, doa.
Penulis: Adityayoga & Zinnia?
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 76 halaman

Buku ini adalah kelanjutan dari seri #Ya Tuhan, monas, macet, doa. yang telah saya ulas sebelumnya. Nah, pada buku kedua ini, isu yang diangkat adalah seputar perut. Terlihat jelas dari kata 'lapar' yang tercantum dalam judul.

Nah, doa-doa yang terdapat di buku ini, banyak yang membuat saya geli. Pasalnya, doa tersebut memang membuat pembacanya tertawa. Saya cukup yakin banyak pembaca yang bisa mengkorelasikan dirinya dengan doa ini.
Ya Tuhan,
Apa bedanya infused water danair kobokan di warung pecel ayam.... (15)
Atau ini.
Ya Tuhan,
Sesungguhnya makan di Sederhanaitu sama sekali tidak sederhana.... (48)
Atau juga ini.
Ya Tuhan,
Kenapa saya pesan ayammalah ditawari CD.... (68)
Lalu, seperti pada buku sebelumnya, penulis juga menyelipkan doa-doa yang membuat saya ikut mengaminkan dengan keras. Seperti misalnya doa satu ini :(
Ya Tuhan,
Hilangkanlah hasrat manusiayang ingin mengonsumsisirip hiu dan daging penyu.
Amin (59)
Atau juga doa-doa yang ingin saya aminkan karena... saya juga menginginkannya. Misalnya doa jeroan (berhubung saya pun penikmat jeroan huhuhuuu).
Ya Tuhan,
Semoga peneliti dunia bisa segeramenghasilkan jeroan tanpa kolesterol.
Amin (12)
Doa lain yang ingin saya aminkan itu soal mendoan. Tapi, yah, kemudian saya tahu bahwa di beberapa tempat nama mendoan dan tempe goreng tepung itu memang sama saja. Saya pernah kena omel di rumah Bude karena diminta menggoreng mendoan nggak sampai kecokelatan. Hahaha.
Ya Tuhan,
Sesungguhnya perbedaan antaramendoan dan tempe goreng tepungsangat jelas, kenapa merekamasih juga menipu kami? (27)
Doa satu lagi itu, yang ini
Ya Tuhan,
Aku rindu suasana ketikaopor ayam dan sambal goreng atibersilaturhami dengan ketupat.... (52)
Tapi kan ya sebentar lagi sudah mau puasa lagi ya. XD
Doa lain yang berkesan itu, doa tentang kue cubit ini. Saya nggak tahu sih penulisnya menulis buku ini kapan, tapi sekarang kue cubit ini udah banyak variasi dan warna-warninya dan ... yah nggak bersahaja dan rendah hati lagi. :"D
Ya Tuhan,
Biarkan kue cubit tetap bersahajadan rendah hati, jangan Kauhadirkandia dalam warna-warna ajaib seperti cupcake berwarna-warni itu.Amin (24)
Nah, seperti pendahulunya, buku ini menghibur. Banyak hal yang bisa saya korelasikan dengan diri saya sendiri. Sebagai penutup, saya berikan satu doa yang paling berkesan.
Ya Tuhan,
Berikanlah hidupku kenikmatan yangalami tanpa harus memakai vetsin....Amin (32)
Oya, selepas membaca buku ini, kebetulan saya membuat doa sendiri, haha. Doa ini saya buat ketika sedang menunggu ibu saya tiba di bandara.
Ya Tuhan,
Tolong datangkan penjual jajanan gopekan di gedung mahal ini.Saya lapar tapi cuma bawa lima ribu.Amin
 Selamat membaca! Selamat tersenyum dan menikmati lapar! XD

Share:

2 comments

  1. […] ini adalah kelanjutan dari #Ya Tuhan, lapar, gosong, doa. yang telah saya ulas sebelumnya. Sesuai judul pada buku ini, tema yang diangkat pada buku puisi doa […]

    ReplyDelete
  2. […] Tuhan, ponsel, .3gp, doa. #Ya Tuhan, desain grafis, deadline, doa. #Ya Tuhan, kamu, aku, doa. #Ya Tuhan, lapar, gosong, doa. #Ya Tuhan, monas, […]

    ReplyDelete