Fortunately, The Milk; Petualangan Sekotak Susu

Judul: Fortunately, The Milk
Penulis: Neil Gaiman
Penerbit: Bloomsbury
Tebal: 160 halaman

Fortunately, The Milk adalah satu buku Neil Gaiman yang suka saya baca berulang-ulang. Alasannya simpel, bacanya cukup butuh tiga puluh menit, ilustrasinya juara, tipografi dalam bukunya keren habis, dan ceritanya absurd tapi sangat menghibur!

Ceritanya tentang seorang ayah yang pergi membeli susu untuk sarapan anaknya. Nah si ayah ini lama banget baliknya. Ternyata saat sedang membeli susu, si ayah ini dihisap UFO, terus melakukan perjalanan ke masa lalu, menyelamatkan diri dari bajak laut dan suku pedalaman, serta terlibat petualangan menyelamatkan dunia. Namun, untunglah di setiap kejadian si ayah berhasil memastikan susu yang dibelinya tetap utuh.
Fortunately, I was still keeping tight hold of the milk in my right hand. (h. 41)
Iya ceritanya gitu doang. 😂 Intinya tentang susu yang dibeli berhasil tetap utuh dalam semua petualangan si ayah gitu. Yah, daripada petualangan si ayah, lebih tepatnya petulangan si kotak susu. Di setiap kejadian yang dialami si ayah, Neil Gaiman ini selalu menuliskan tentang keadaan si kotak susu. Bahkan di penghujung akhir pun, kotak susu ini yang berperan sangat penting dalam masa depan dunia haha.
Buku ini benar-benar menghibur dan mengajak pembaca untuk menikmati imajinasi liar Neil Gaiman dalam jajaran ilustrasi cakep Chris Riddell. 😍

Saran saya, ketika membaca buku ini adalah jangan terlalu dipikirkan apa isinya, kenapa bisa begitu, atau segala asal-muasalnya, dan tetek-bengek yang lain. Fortunately, The Milk paling pas kalau dinikmati tanpa terlalu banyak pemikiran dan renungan. Persis seperti ketika kita kecil dan berimajinasi entah dari mana mulanya dan ke mana akan berakhir. Novel ini seperti itu.

Meski demikian, Fortunately, The Milk ini mengajarkan juga perihal keputusan, dampak dari keputusan yang diambil, dan kelanjutan-kelanjutannya. Tentunya lewat petualangan si ayah dan kotak susu. Yah, buat moral value, bagi saya hal ini terkait pribadi masing-masing sih.

Saya sudah membaca noevl ini tiga kali. Pertama kali membaca novel ini, saya hanya menikmati ilustrasi dan tipografi yang menjalin ceritanya. Kedua kalinya, saya merenungkan banyak kalimat-kalimat yang berisi petuah hidup. Ketiga kalinya, saya hanya mencari hiburan semata. Kesimpulannya, novel ini bisa dinikmati secara santai maupun serius. XD

Sebuah bacaan yang akan mengajak pembaca dewasa berhenti dari hiruk pikuk dunia dan mengenang keabsurdan masa kecil. Sekaligus sebuah bacaan asik yang berisi penuh kemungkinan dan keajaiban dalam hidup bagi pembaca anak-anak.

Selamat membaca!

Share:

1 comments

  1. […] Literature: Fortunately, The Milk – Neil Gaiman. A Hole in The Head – Annisa […]

    ReplyDelete